Musik Bermanfaat Untuk Optimalkan Otak
Tahukah Anda musik dapat mengoptimalkan kecerdasan? Musik memang punya
kekuatan luar biasa, yang berdampak besar bagi kejiwaan, termasuk bagi
bayi dan balita. Lihat saja ketika anak mulai suka ketawa atau saat
sudah bisa jalan, sedikit bergoyang mengikuti irama yang ia suka.
Musik dan matematika. Banyak penelitian membuktikan, janin menunjukkan
reaksi tertentu jika diperdengarkan musik.
Ibu hamil merasakan gerakan janin yang semakin cepat atau justru lebih
santai. Sementara itu, banyak juga yang berpendapat musik klasik yang
diperdengarkan pada ibu hamil, dan juga janinnya, dapat mencetak anak
dengan kecerdasan tinggi. Psikolog Fran Rauscher dri
University of California-Irvine, Amerika Serikat, pada tahun 1994
melakukan penelitian yang membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran
bermusik dan penguasaaan level matematika yang tinggi dan
keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua
pakar Amerika ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program
pendidikan musik meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang)
sebesar 46 % dibandingkan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.
Musik dan bermain anak. Getaran musik itu rupanya masuk ke jiwa kita
melalui neuron di otak. Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo,
M.D. mengatakan, “Dalam otak kita, jutaan neuron dari sirkuit secara
unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik.” Neuron-neuron ini
menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan
kiri dan belahan kanan. Dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan
terjadi. Namun, bukan berarti Anda harus buru-buru beli grand piano buat
balita.
Anda juga tak wajib mendominasi rumah dengan komposisi Rachmaninoff.
Yang penting, biasakanlah musik menghiasi ruang di sekitar anak-anak.
Putarkan lagu di radio.
Bernyanyilah bersama. Melalui kegiatan bermain, anak memperoleh manfaat
dari musik. Dr. Dee Joy Coulter (1995) pendidik neuroscience dan penulis
buku Early Childhood Connections: The Journal of Music and
Movement-Based Learning, mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan
permainan anak sebagai latihan untuk otak yang brilian, yang mengenalkan
anak pada pola bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan
strategi gerakan yang penting. Tak hanya perkembangan bahasa dan kosa
kata anak meningkat melalui permainan yang mengandung musik, namun juga
logika dan keterampilan-keterampilan beriramanya. Logika membuat anak
nantinya mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Karena
berbagai manfaat yang didapat dari musik, pendidikan prasekolah pun
menggunakan musik sebagai bagian dari proses pendidikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar